Egrang Permainan Tradisional yang Membutuhkan Keseimbangan, Kekuatan Fisik, dan Keberanian

Egrang Permainan Tradisional yang Membutuhkan Keseimbangan, Kekuatan Fisik, dan Keberanian

Egrang Permainan Tradisional yang Membutuhkan Keseimbangan, Kekuatan Fisik, dan Keberanian

Merujuk pada KBBI, Egrang atau disebut juga dengan Engrang adalah alat yang digunakan untuk bermain jangkungan.


Egrang atau engrang merupakan tongkat atau galah bambu yang diberi pijakan kaki untuk bermain egrang atau jangkungan, tinggi sekitar 2 meter atau disesuaikan dengan penggunanya tetapi tetap lebih tinggi dari penggunanya.


Untuk pijakan kaki biasanya dibuat sepanjang 20 cm, dengan ketinggian dari tanah 30 cm - 50 cm.


Egrang terdiri dari 2 batang bambu, untuk kaki kanan dan kiri. Tinggi kedua egrang harus sama, panjang pijakan kaki serta ketinggian letaknya juga harus sama.


Egrang merupakan permainan tradisional yang membutuhkan keseimbangan, kekuatan fisik, serta keberanian.


Belajar berjalan menggunakan egrang dibutuhkan kesabaran dan keberanian, sabar dalam melatih keseimbangan dan berani melangkah walau terjatuh.


Jika takut terjatuh, pastinya tidak akan cepat bisa bukan?


Pada masa sekarang, sepertinya sudah sangat jarang ditemui permainan yang menggunakan dua galah bambu ini, jika ada biasanya hanya anak-anak saja yang memainkannya bukan usia dewasa.


Namun pada bulan Agustus permaian egrang menjadi populer kembali, untuk memeriahkan HUT RI biasanya banyak ditemui perlombaan balap egrang.


Berikut video lomba balap egrang yang diadakan sebelum pandemi Covid-19.



Perlombaan egrang dalam video di atas ialah perlombaan estafet egrang antar RT di Desa Muntung Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Tahun 2018.


Selain seru banyak kelucuan juga yang terjadi, seperti ketika peserta balap egrang terjatuh, entah kurangnya keseimbangan atau karena egrangnya patah.


Apa di daerah anda juga ada perlombaan egrang?

Baca juga:
Buka Komentar